Policy on the Use of GenAI

 

Seiring berkembangnya teknologi Kecerdasan Buatan Generatif (Generative Artificial Intelligence seperti ChatGPT, Claude, dll.) dalam ranah penulisan akademik, HAMUPA Journal of Community Service (HJCS) menetapkan batasan etika penggunaan perangkat tersebut untuk menjaga keaslian laporan kegiatan pengabdian, fakta kondisi masyarakat di lapangan, serta akuntabilitas ilmiah tim pengabdi.

Ketentuan Batasan Pemanfaatan Alat Kecerdasan Buatan

✕
Larangan Status Kepenulisan (Co-Author)
Perangkat lunak AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau rekan penulis (*co-author*) artikel pengabdian, karena alat kecerdasan buatan tidak memiliki kapasitas hukum untuk bertanggung jawab atas keabsahan isi karya ilmiah maupun pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.
✓
Pemanfaatan yang Diperbolehkan
Penggunaan alat bantu AI hanya diizinkan sebatas untuk menyunting kelancaran struktur tata bahasa naskah, memeriksa ejaan teks (*grammar check*), atau menerjemahkan istilah lokal ke bahasa Inggris tanpa mengubah substansi fakta pengabdian.
✓
Kewajiban Pernyataan Keterbukaan (Disclosure)
Tim pengabdi yang memanfaatkan alat bantu AI dalam menyusun naskah wajib memberikan deklarasi transparan pada bagian Ucapan Terima Kasih (*Acknowledgment*) dengan menyebutkan nama alat AI serta bentuk keterlibatannya.

Tanggung Jawab Mutlak Penulis

Penulis/tim pengabdi memegang kendali penuh dan bertanggung jawab mutlak atas orisinalitas naskah, kebenaran fakta pelaksanaan kegiatan di lapangan, validitas evaluasi dampak pengabdian, serta bebasnya berkas dari rekayasa data. Redaksi berhak menolak naskah apabila mendeteksi adanya teks generatif (*AI-generated text*) yang mendominasi laporan tanpa adanya narasi orisinal dari pengalaman faktual tim pengabdi.