Policy on the Use of Generative AI
Menyikapi meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan generatif (*Generative AI*) seperti ChatGPT, Claude, dan alat pengolah teks LLM eksternal lainnya dalam ekosistem riset, Hamupa Journal of Accounting and Finance (HJAF) menetapkan batasan regulasi etis demi menjaga orisinalitas riset akuntansi.
Ketentuan Batasan Pemanfaatan AI Generatif
1. Larangan Status Kemitraan Penulis (No Co-Authorship): Perangkat kecerdasan buatan generatif tidak dapat didaftarkan sebagai penulis atau rekan penulis (*co-author*) di sistem OJS. AI tidak memiliki kedudukan hukum untuk menjamin validitas pengujian statistik atau menandatangani surat hak cipta.
2. Hanya Sebatas Koreksi Teknis Bahasa: Penulis hanya diperkenankan menggunakan AI untuk membantu meningkatkan keterbacaan bahasa (*copyediting*), membetulkan struktur kalimat bahasa Inggris (*grammar check*), tanpa mengubah alur logika temuan riset akuntansi atau esensi hipotesis finansial.
3. Larangan Fabrikasi Sampel & Interpretasi: Penulis dilarang keras menggunakan model AI untuk mengarang data keuangan perusahaan, merumuskan hipotesis tiruan, atau merekayasa output tabel regresi statistik yang tidak bersumber dari pengujian data riil.
4. Kewajiban Deklarasi Transparan: Jika AI digunakan dalam menyunting beberapa bagian bab kajian, penulis wajib mengungkapkannya secara tertulis di bab **Acknowledgment (Ucapan Terima Kasih)** dengan menyebutkan nama perangkat lunak AI serta tujuan penggunaannya secara mendetail.
Penyaringan Mesin Otomatis: Redaksi HJAF menjalankan piranti lunak *AI Content Detector* selama seleksi administratif awal. Naskah riset akuntansi yang terindikasi didominasi oleh teks bikinan mesin otomatis tanpa kontribusi pemikiran analitis dari peneliti manusia akan langsung ditolak secara mutlak (*desk reject*).



